Holaa! Ketemu lagi nih! Agak ngosngosan juga ya bikin lima postingan dalam waktu dua hari. Sebenernya udah seminggu yang lalu sih tugas bikin blog ini, tapi baru aku kerjain tadi malem. Maklumlah, orang Indonesia. Sekedar mengeluh aja sih, soalnya kan aku juga blogger personal, dan sejujurnya aku punya target sebulan aku berhasil ngepost lima tulisan, itu aja dua bulan terakhir ini aku keteteran, cuma bisa nulis satu dua. Eh ini tugas ospek yang bikin blog malah dalam waktu demikian singkat, dan lima postingan pula. Alamak! Macam mana pula ini?!
Tapi tak papa lah, kalo ngeluh mulu malah gak selesai-selesai dan bisa-bisa entar aku dihukum sama kakak senior lagi. Hih, amit-amit. *eh, bercanda kak
Di postingan kelima ini, masih sama kayak postingan sebelumnya, yang keempat. Masih sama-sama disuruh bikin postingan bebas asalkan tidak keluar dari ruang lingkup Informatika. Karena dunia informatika itu luas, dan juga enggak terbatas dari tutorial pemrograman atau hal-hal yang membahas software-software atau komputer aja, maka aku akan bikin postingan tentang informatika, tapi dari sudut pandang yang berbeda, yaitu aku pengen bahas kesan pertama aku jadi mahasiswa baru di prodi Teknik Informatika Universitas Trunojoyo.
Hah?
Apa?
Tentu saja ini masih di ruang lingkup Informatika!!
Masa harus yang berbau-bau software atau programming, kan enggak!!
Masa harus yang berbau-bau software atau programming, kan enggak!!
Yaudah langsung aja~
Pertama, tentu aja aku excited banget! Jelas-jelas saja. Apalagi ketika bersileweran kakak-kakak senior dengan rambut awut-awutan, berkaca mata, berjalan menggendong tas yang isinya laptop, atau menenteng tas laptopnya saja, lalu duduk di kantin, wifi-an. Atau ketika ba'da isya aku masuk ke salah satu laboratorium untuk riset mahasiswa, dan di dalamnya aku menemui banyak mahasiswa yang sedang sibuk dengan laptopnya masing-masing, berperang melawan ribuan baris kode-kode program, atau yang sedang berdiskusi tentang project mereka. Ah, itu keren sekali. Sudah lama aku pengin berada di dunia seperti ini.
Yang kedua, aku termotivasi. Apalagi ketika ospek fakultas, saat kami mahasiswa fakultas teknik sedang berada di sebuah ruangan tertutup, duduk rapi, cewek cowok terpisah jarak semeter, dan kami semua sedang mendengarkan dan memerhatikan seorang mahasiswa yang sedang berdiri di atas panggung sana, mahasiswa itu sedang menjelaskan dan menceritakan prestasinya yang melambungkan nama universitas, dia salah satu dari pendiri startup Junior Studio!
'Iya, kami belum pernah sama sekali naik pesawat,' jelasnya sambil cengengesan, 'dan hari itu juga kami enggak bermimpi untuk naik pesawat. Tapi, kabar itu, mengejutkan sekali. Kami, junior studio, setelah mendaftar dan mengikuti berbagai prosedur lomba, akhirnya berhasil tembus sebagai finalis nasional di lomba Imagine Cup 2014, dan akan diseleksi lagi di Jakarta.' Lanjutnya, matanya berbinar-binar.
Dan dalam beberapa detik, ruangan itu dipenuhi suara tepuk tangan yang bergema kemana-mana. Sungguh membanggakan. Apalagi ketika mas-mas itu bilang, kalau hasil akhirnya, mereka mendapatkan juara dua! Mengalahkan kampus-kampus ternama, kampus-kampus yang bahkan mengirimkan lebih dari satu tim. Iya, mereka mengalahkannya!
Lalu aku juga sangat termotivasi pada penampil setelahnya. Dia adalah pendahulu Junior Studio. Seorang mantan mahasiswa yang sudah lulus tetapi barangkali namanya enggak akan pernah terlupakan di Universitas Trunojoyo. Pemuda jangkung berambut panjang awut-awutan itu pembawaannya tenang, kalem, tetapi setiap kalimat dan presentasi yang disampaikan sukses membuat seisi ruangan menjadi merinding, bulu kuduk memanjang berkali-kali lipat, berdiri. Pemuda itu adalah Mas Galib, pendiri Solite Studio yang udah mewakili Universitas Trunojoyo sekaligus mewakili Indonesia di Imagine Cup 2013 tingkat internasional di Rusia dan mendapat juara dua!
Ahh.. hari itu, aku pengen nangis hehe. Itu kan awesome banget, emosinya kerasa, gimana saat mereka berlomba di Jakarta, pergi kesana membawa dua bis suporter dari Madura. Dan pulang-pulang menjadi juara pertama, meriah, seneng-seneng, tetapi mas Galib dan timnya justeru merasa sedikit khawatir dan enggak percaya karena mereka harus mewakili Indonesia di kejuaraan dunia. Iya, Indonesia.
'Temen-temen, ini masih bukan kemenangan,' cerita mas Galib dengan suara yang terdengar bergetar, 'ini masih sebuah awal, kita masih harus berjuang di Rusia, membawa nama Indonesia.'
'Jangan terlalu larut dalam euforia.' Lanjutnya.
Saat di Rusia, ketika mereka mempresentasikan dan mendemokan game-nya, stand mas Galib dan kawan-kawan adalah salah satu stan paling ramai yang dikunjungi audien! Bahkan beberapa karyawan microsoft (yang mengadakan Imagine Cup) bilang ke tim Solite Studio kalau game mereka akan mendapat gelar paling tidak di tiga besar! Ah, sungguh, mengagumkan sekali. Aku dan seisi ruangan itu berkali-kali bertepuk tangan, menatap sosok pemuda brilian itu dengan takzim.
Apalagi ketika layar lcd itu berubah gambar menjadi sosok-sosok pemuda dengan bendera merah putih yang dikibarkan dan dengan sertifikat besar yang bertuliskan nominal dan juara dua dunia Imagine Cup 2013! Ah, suara tepuk tangan di ruangan itu mungkin tepuk tangan terlama yang pernah aku dengar. Kami semua tersiram rasa bangga.
Dan jelas sekali, diceritakan prestasi-prestasi macam itu, aku bener-bener termotivasi. Aku juga pengen, entah gimana caranya, suatu saat aku juga bisa berdiri di panggung itu. Menceritakan prestasiku, meskipun mungkin bukan di bidang game. Tapi sungguh aku termotivasi, aku ingin membawa nama Universitas Trunojoyo, melambungkannya, membuatnya bangga. Ah, aku berjanji aku akan berjuang! Aku berjanji...
Ahh.. hari itu, aku pengen nangis hehe. Itu kan awesome banget, emosinya kerasa, gimana saat mereka berlomba di Jakarta, pergi kesana membawa dua bis suporter dari Madura. Dan pulang-pulang menjadi juara pertama, meriah, seneng-seneng, tetapi mas Galib dan timnya justeru merasa sedikit khawatir dan enggak percaya karena mereka harus mewakili Indonesia di kejuaraan dunia. Iya, Indonesia.
'Temen-temen, ini masih bukan kemenangan,' cerita mas Galib dengan suara yang terdengar bergetar, 'ini masih sebuah awal, kita masih harus berjuang di Rusia, membawa nama Indonesia.'
'Jangan terlalu larut dalam euforia.' Lanjutnya.
Saat di Rusia, ketika mereka mempresentasikan dan mendemokan game-nya, stand mas Galib dan kawan-kawan adalah salah satu stan paling ramai yang dikunjungi audien! Bahkan beberapa karyawan microsoft (yang mengadakan Imagine Cup) bilang ke tim Solite Studio kalau game mereka akan mendapat gelar paling tidak di tiga besar! Ah, sungguh, mengagumkan sekali. Aku dan seisi ruangan itu berkali-kali bertepuk tangan, menatap sosok pemuda brilian itu dengan takzim.
Apalagi ketika layar lcd itu berubah gambar menjadi sosok-sosok pemuda dengan bendera merah putih yang dikibarkan dan dengan sertifikat besar yang bertuliskan nominal dan juara dua dunia Imagine Cup 2013! Ah, suara tepuk tangan di ruangan itu mungkin tepuk tangan terlama yang pernah aku dengar. Kami semua tersiram rasa bangga.
Dan jelas sekali, diceritakan prestasi-prestasi macam itu, aku bener-bener termotivasi. Aku juga pengen, entah gimana caranya, suatu saat aku juga bisa berdiri di panggung itu. Menceritakan prestasiku, meskipun mungkin bukan di bidang game. Tapi sungguh aku termotivasi, aku ingin membawa nama Universitas Trunojoyo, melambungkannya, membuatnya bangga. Ah, aku berjanji aku akan berjuang! Aku berjanji...


